Dibarengi rasa mual dan pusing yang sangat menyiksa.
"Hueeeekkkssss...!!!"
Kembali aku muntah darah....
Terasa sangat sesak napas ini.
Dan rasa pusing yang tiba-tiba menyerang lebih dahsyat dari sebelumnya.
Terdengar suara si Polos membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an sambil terus mengusap-usap punggung ku.
Aku coba berusaha untuk tenang.
Mengatur ritme napas ku.
Sampai akhirnya aku merasa sangat lemah sekali....
Dalam keadaan yang sangat menyiksa ini, tiba-tiba aku merasakan tubuh ku melayang......
Dan suara si polos yang membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an pun perlahan-lahan menghilang dari pendengaran ku....
_______________
_______________
Entah apa yang sebenarnya terjadi.
Disaat tubuh ini terasa melayang-layang, sayup-sayup ku dengar hembusan angin sepoi-sepoi yang sangat sejuk.
Angin tersebut seolah masuk ke dalam tubuh, menuju rasa sakit di setiap sudut tubuh ku ini....
Rasa sejuknya perlahan-perlahan membuat rasa sakit itu menghilang dari tubuh ku.
Akupun berusaha membuka kedua mata ku yang dari tadi tertutup rapat menahan setiap rasa sakit yang ku rasakan.
Saat ku buka mata ini, ku lihat ada seorang kakek-kakek tengah duduk bersila tak jauh dari ku.
"Deeggghhhh...!!!"
Jantung ku langsung berdetak kencang.
Kaget dengan apa yang sedang ku lihat di depan ku ini.
"Kamu....!!??
Ku lihat di depan ku saat ini, sesosok wanita cantik berpakaian serba merah, menatap ku tajam, seolah sedang memarahi ku.....
" Gegabah....!!!"
Bentak wanita berbaju merah tersebut, sambil menatap tajam seolah penuh emosi kepada ku.
"Telat sedikit saja, kamu pasti sudah mati membusuk karena racun dari pukulan siluman ular penunggu pohon keramat itu...!!!"
Bentaknya....
"Kamu siapa...??"
Tanya ku...
"Sshhh..."
Desis wanita itu...
"Terima kasih sudah menolong aku.
Tapi kalau boleh tahu, kamu siapa ??
Terus, aku ada dimana sekarang ??"
Aku berterimakasih sambil berusaha untuk tetap tenang.
Walaupun dalam pikiran ku, aku sudah tahu pasti wanita ini bukan sebangsa manusia.
Kemungkinan besar dia adalah sebangsa jin perempuan.
Dan dari tampilan pakaian serta perhiasan yang menghiasi tubuhnya, aku yakin dia sejenis jin ifrit, atau ratu dari jin ular
"Nama ku Nawang....
Kamu sedang berada di antara alam manusia dan alam dari bangsa ku...."
Jawabnya sambil tersenyum ke arah ku.
Kini sorot mata itu tidak lagi terlihat tajam penuh emosi.
"Nawang...??
Nama yang cantik sesuai wujudnya..."
Aku jujur memujinya....
"Dasar lelaki gombal....
Tak usah kamu memuji ku seperti itu.
Nanti aku tunjukan wujud asli ku sebagai bangsa jin, apa kamu masih berani memuji kecantikan ku ...."
Kembali tatapannya menatap ku tajam, seolah menantang....
"Jangan....jangan.....
Aku lebih suka melihat mu dengan wujud seperti ini...."
Ucap ku, sambil berusaha mengakrabkan diri....
"Oya.... Sekali lagi, terimakasih sudah menolong ku..."
"Tak usah berterima kasih terus...
Aku gak butuh ucapan terima kasih kamu...."
Jawabnya lirih....
"Oya, kalau boleh tahu...
Kapan aku boleh pulang ke tubuh ku...??"
Tanyaku, penasaran...
"Hahahaha...
Ternyata kamu pintar juga.
Sepertinya kamu sudah tahu bahwa saat ini kamu sedang terpisah dari tubuh kamu...
Sebaiknya sekarang kamu sembuhkan dulu sukma mu ini.
Tubuh kamu di sana, sedang memulihkan dirinya sendiri.
Karena racun yang menyerang mu itu hanya menyerang sukma kamu.
Kalau sukma mu ini kalah oleh kekuatan racun itu, maka tubuh mu akan mati..."
Akhirnya aku paham semuanya.
Pantas saja, semenjak aku mendapat serangan dari ular penunggu pohon keramat itu, aku merasa ada yang tidak beres.
Aku merasakan rasa sakit yang sangat perih, seolah tubuh ku sedang terbakar oleh sesuatu yang sangat panas, tapi saat aku muntah darah, dan ku perhatikan bagian tubuh ku yang sakit tidak terlihat bekas luka apa pun di tubuh fisik ku ini.
"Hmmmm.....
Aneh...."
Gumam wanita itu, sambil mendekat, kemudian menatap tubuh ku penuh keheranan.
"Heh...??..."
Akupun dibuat bingung dengan tingkahnya ini.
Dia berjalan, memutari tubuh ku, sambil melihat-lihat setiap jengkal tubuh ku dengan rasa heran....
"Apa ada yang aneh...?"
Tanya ku kepadanya....
"Tidak.... Tidak.... Kok bisa ya...."
Gumamnya, sambil berkali-kali mengernyitkan dahinya....
"Maaf,... Apa ada yang aneh dengan tubuh ku ini...??"
Tanyaku kembali, kepadanya...
"Diam...!!!
Jangan bergerak...!!"
Tiba-tiba dia memegang wajah ku agar mengarah kepada wajahnya....
Dia menatap mata ku dengan sangat tajam.
Seolah tatapannya itu ingin menusuk kedua bola mata ku ini....
Tiba-tiba,
"Kamuuuuuu.....!!!!?????"
Dia bergerak mundur dengan cepat seolah ketakutan melihat diri ku....
"Heh....????"
Aku jadi bingung dengan tingkahnya kali ini....
"Kenapa...??
Ada yang aneh....???"
Tanyaku, sambil mendekati dirinya....
Tapi dia malah bergerak mundur.
Seolah ingin menghindari aku yang mendekatinya.
"Diam disitu...!!
Jangan mendekat ....!!"
Dia membentak ku sambil ketakutan...
Akhirnya aku pun diam di tempat.
Sambil memperhatikan raut wajahnya yang seperti bingung dan ketakutan.
"Hei....
Kamu kenapa...??"
Tanya ku, kepadanya....
"Hihihihihihihi.....
Kena tipu ni yeeeeee......!!!!
Kikikikikikikik......"
Tiba-tiba dia tertawa penuh kemenangan.
Akhirnya, beberapa saat kemudian aku baru sadar, sepertinya barusan aku dikerjai oleh dia.
"Satu, kosong....!!
Hihihihihi......"
Dia tertawa bahagia karena sudah berhasil mengerjai ku....
____
________