Disertai suara-suara yang mengganggu di luar sana.
Akhirnya terdengar suara tahrim dari arah perkampungan di bawah sana.
Berarti hari sudah subuh.
Kemudian suara-suara Ki Jahad dan anak buahnya di luar sana, mulai menghilang.
Terakhir kalinya, terdengar suara kakek-kakek dengan suara yang sangat berat, berteriak-teriak mengancam.
"Kali ini kalian selamat !!!
Saya akan kembali menghabisi kalian..!!
Manusia-manusia tolol...!!
Akan aku musnahkan kau Ujang..!!!
Dasar murid tak tahu diri...!!!
Dan akan aku kawini kamu Yasmin..!!
Aku jadikan budak nafsu ku..!!
Dan akan aku jadikan kalian budak-budak ku...!!!"
Suara tersebut mengancam, kemudian menghilang.
__________
__________
Ternyata, Abah Ujang ini dulunya pernah menjadi muridnya Ki Jahad.
Tapi semenjak bekerja di rumahnya keluarga Yasmin, dan sering berdiskusi dengan kedua orang tua Yasmin, akhirnya saat itu Abah Ujang sadar.
Bahwa selama membantu Ki Jahad mengobati warga yang sakit, sebenarnya Dia telah ikut serta membodohi warga, dengan cara-cara klenik.
Abah Ujang masih ingat dengan ucapan ibunya Yasmin saat itu.
"Kalian makhluk beragama.
Sama seperti saya.
Walaupun agama dan keyakinan kita berbeda.
Kenapa tidak meminta pertolongan sama Tuhan kalian.
Berdo'a.... Saat kalian mendapatkan masalah.
Kenapa saat kalian sakit malah meminta pertolongan dukun ??
Bukannya berobat kepada dokter atau orang-orang yang mengetahui ilmu-ilmu pengobatan ??
Ngapain orang sakit disuruh belanja ini itu untuk sesajen.
Ngasih makan jin.
Daripada buat beli syarat-syarat seperti itu, mendingan kalian belikan obat-obatan.
Atau pergi ke dokter.
Kalau kalian merasa tidak punya uang untuk pergi ke dokter, kalian bisa kesini.
Minta tolong sama suami saya.
Dia seorang dokter juga.
Nanti kalian gak usah bayar.
Kami kasih gratis.
Asal kalian sehat, saya dan suami sudah senang.."
Itulah yang akhirnya membuat Abah Ujang dan warga sekitar, saat itu, sangat dekat dengan keluarga Yamin.
Walaupun ayahnya Yasmin saat itu adalah seorang dokter militer tentara Belanda yang sedang menjajah negeri ini, tapi mereka tidak pernah bertindak kasar kepada warga pribumi sekitar.
Bahkan ibunya Yasmin memberi kesempatan belajar gratis kepada warga pribumi sekitar yang ingin belajar membaca, menghitung dan menulis.
Perbedaan strata dan jabatan antara keluarga Yasmin dan warga sekitar bukanlah penghalang.
Bahkan Yasmin sendiri sering bermain bersama anak-anak warga yang lain, walaupun hanya di dalam lingkungan rumah tersebut.
Ucup, anak warga yang sering membawakan pesanan telur ayam pun sudah terbiasa keluar-masuk di rumah ini.
Dan sudah dianggap adik oleh Yasmin.
Dan Ucup ini meninggal tertembak saat mencoba menolong Yasmin yang sudah tertembak lebih dahulu saat sedang mencoba berlari menuju rumah.
Karena saat itu Ucup memakai pakaian yang bagus, pemberian Yasmin, seperti pakaian anak-anak Belanda, makanya Ucup dikira anaknya pemilik rumah tersebut.
Dan akhirnya jadi sasaran tembak.
_______
_______
Tidak ada komentar:
Posting Komentar