Tak terasa matahari makin menuju ufuk barat dan sedang bersiap-siap ganti shif kerja dengan sang rembulan.
Setelah tak sengaja tertidur selama tiga jam lebih, tiba-tiba dibangunkan oleh suara pintu kamat yang terbuka cukup keras.
Seperti ditabrak oleh seekor gajah.
Dan gajah itu langsung menggoyang-goyangkan tubuh ku, agar segera bangun dari tidur yang terasa nikmat ini.
"Bangun, Lan..!!!! Banguunnn...!!!"
Si Gendon menarik kerah baju kemeja yang kupakai sampai aku terduduk, kaget...
Dengan mimik mukanya yang serius dan ketakutan.
"Ada hantu di dapur rumah ini, Lan..!!!"
"Hantu...????"
Tanyaku bingung.
"Iyaaaaa.....
Tadi pas aku seduh kopi di dapur, tiba-tiba ada suara cewek memanggil nama ku dari luar.
Pas aku lihat ke jendela, ternyata ada cewek cakep sedang menatap ke arah ku sambil tersenyum.
Tapi tatapannya itu membuat bulu kuduk ku merinding..!!"
"Terus kamu tanya namanya ?"
"Boro-borooooo... semprul !!!"
Si Gendon melotot dengan raut muka kesal.
---------------------------------
-------------------------------------------
Sambil sedikit linglung karena dibangunkan paksa saat sedang tidur pulas oleh si Gendon, aku terpaksa keluar dari kamar tidur, turun ke lantai bawah menuju dapur untuk olah TKP.
Si Gendon mengikuti ku dari belakang dengan langkah yang penuh keraguan serta mimik wajah tegang.
Tiba-tiba......
Dari arah belakang....
"Kiikikikikikikikikikikik....."
Belum sempat menoleh ke belakang, Si Gendon langsung menubruk ku sehingga kami terjatuh di lantai.
Bukan hanya kaget dan membuat jantung berdetak sangat keras, tapi badan ini terasa mau remuk ditindih tubuh si Gendon yang sangat besar dan buncit mirip kodok raksasa.
"Aduh, Lan....
Itu pasti hantunya, Lan......"
Rintih ketakutan si Gendon yang tanpa sadar mencengkram rambut bagian belakang ku dengan kencang.
Sehingga makin bertambahlah derita yang kurasakan saat itu.
"Lepasin aku, Don....
Biar aku lihat dulu itu hantu atau bukan.."
Bisikku diantara kaget, sakit dan kesal.
----------------------------------------
----------------------------------------------
Akhirnya......
Setelah si Gendon bergeser dari tubuh ku dan melepas cengkraman tangannya di rambut ku, perlahan aku mencoba bangkit dan membalikkan tubuh ku.
Sambil memicingkan mata, ku coba melihat ke arah belakang tadi, tempat datangnya suara kikikikik tersebut.
Namun aku tak melihat siapapun atau sosok hantu yang terlintas dalam benakku yang tengah berandai-andai membayangkan wujudnya.
-----------------------------------------
----------------------------------------------
Dengan napas masih ngos-ngosan dan badan yang terasa sakit, aku mencoba duduk di kursi, di dapur, ditempat kejadian yang diceritakan oleh si Gendon.
Ku lihat di atas meja, di hadapan ku, ada segelas kopi yang terlihat masih mengepulkan uap panasnya.
"Sekarang kamu percaya kan, Lan ??"
Ujar si Gendon dengan mimik wajahnya yang penuh ketakutan.
"Tapi ini masih sore, Don...
Lihat... matahari sore masih ada.
Gak mungkin
ada hantu berkeliaran jam segini.
Ini belum jadwalnya..."
Sergah ku..
"Terus yang tadi itu apaan..!!??"
Si Gendon mulai melotot.
Sedangkan otak ku mulai berputar mencari jawaban dari semua kejadia tadi.
Tiba-tiba,
"Assalamu'alaikum..."
Terdengar suara si Polos yang baru masuk setelah dari tadi siang, sebelum aku ketiduran, dia ijin untuk pergi ke rumah RT di kampung ini untuk memberitahukan keberadaan kami disini.
Sekaligus laporan,
Kami kan warga negara yang baik.
---------------------------------
-------------------------------------------
--------------------------------------------------

Tidak ada komentar:
Posting Komentar