"JLEEBB..!!"
Tiba-tiba aliran lampu di rumah ini mati.
Dan suasana menjadi gelap.
Hanya samar cahaya dari jendela yang menerangi kamar ini.
Terlihat bayangan si Gendon yang meloncat, berdiri dan menghampiriku.
"Sueeeee....!!!!
Malah mati lampu segala..!!"
Si Gendon menggerutu.
Ku coba menuju jendela kamar dan menyingkap sedikit kain gordeng yang menutupinya.
Ku coba melihat ke arah perkampungan di bawah sana, yang lokasinya lumayan jauh dari rumah ini.
Ternyata ku lihat lampu di perkampungan itu menyala.
"Apakah mungkin jalur kabel listriknya yang berbeda, atau mungkin ada yang korslet sehingga listrik di rumah ini mati ...???"
Timbul pertanyaan di benak ku.
"Loh... kok rumah yang lain listriknya gak mati..!!??"
Tiba-tiba si Gendon sudah berdiri di samping ku sambil melihat ke arah perkampungan di bawah sana.
"Ya sudah... biar aku periksa ke bawah. Kali aja emcibi nya turun"
Terdengar suara si Polos berbarengan dengan suara pintu kamar yang dibuka olehnya.
"Kalian tunggu saja di sini.
Jangan ikut kalau penakut.."
Ujar si Polos sambil mencoba menutup pintu kamar.
"Los... bawa senter..!!"
Teriak si Gendon di sebelah ku.
"Iya.
Ada nih... nguik...nguik...nguik..."
Jawab si Polos sambil memainkan on/off lampu senter di tangannya.
Dan mengarahkan cahaya lampunya ke arah kami.
Kontan saja mata ku dan mata si Gendon dibuat silau oleh kelakuannya tersebut.
"Hahahaha....:
Si Polos malah tertawa sambil menutup pintu kamar melihat kami merasa silau karena ulah jailnya itu.
Dan terdengar langkahnya menuju tangga dan turun ke lantai bawah.
-----------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------
Sudah lebih dari sepuluh menit sejak si Polos pergi untuk memeriksa meteran listrik di halaman depan, di bawah sana.
Dan listrik di rumah ini masih belum menyala juga.
Timbul ke khawatiran dalam benak ku.
------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------
"Tok tok tok..."
Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar diketok dari luar.
"Los......???"
Tanyaku dari dalam....
Namun tidak ada suaranya yang menyahut.
Si Gendon yang mengarahkan lampu senter di tangannya ke arah pintu kamar terlihat kaget dan tegang.
"Los....???"
Panggil ku sekali lagi, sambil berjalan perlahan ke arah pintu.
"Krrrrrrtttt....."
Terlihat handle pintu bergerak, seolah ada orang yang menggerakkannya dari luar.
Akupun sedikit mundur dan mengarahkan lampu senter di tangan ku ke bagian pintu yang biasanya terbuka.
"Krrrrrrttttt..."
Ku lihat handle pintu itupun bergerak kembali ke posisi awalnya.
"Los....???
Jangan becanda, Los...!!"
Teriak ku, mulai merasa tegang dan bulu kuduk ku mulai makin berdiri, serasa ada yang meniupnya pelan dengan napas yang terasa dingin.
"Siapa di luar....!!???"
Tiba-tiba saja si Gendon berteriak dan mengagetkan ku.
"Biasa aja keleus.... gak usah teriak-teriak segala..."
Terdengar suara lirih perempuan dan membuat si Gendon langsung meloncat ke belakang tubuh ku sambil ketakutan.
"Kami ke sini disuruh pemilik rumah ini untuk memperbaiki rumah ini.
Kami tidak bermaksud mengganggu.
Jadi tolong jangan ganggu kami..!!"
Teriak ku memberanikan diri.
"Uuppsss.... maaf deh kalo gitu.
Kami juga gak maksud ganggu kalian.
Kami hanya ingin kenalan sama kalian..."
Suara lirih wanita itu menimpali teriakkan ku.
"Pergi kalian !!!
Kalau kalian benar-benar tidak berniat jahat, jangan bikin kami ketakutan seperti ini...!!
Demi Tuhaaaannnnn... kami tidak rela...!!!"
Teriak si Gendon di belakang ku.
"Terus... gimana cara kami kenalan sama kalian...??
Punya ide yang lain..??"
Tanya suara lirih dibalik pintu tersebut.
"Pake cara yang lebih beradab dan tidak bikin kami takut seperti ini...!!"
Teriak si Gendon sambil mencengkram bahu tangan kiri ku dengan kencang.
"Oke deeehhhhh....."
Suara lirih wanita di balik pintu kamar kami.
Kemudian kami mendengar seperti suara berbisik beberapa orang di luar kamar kami.
Seperti ada suara beberapa wanita dan laki-laki serta anak-anak sedang membicarakan sesuatu namun tidak terdengar jelas, saking lirihnya.
"Kami pamit dulu ya....
Maafin kami bila sudah membuat kalian ketakutan...
Oya... sebentar lagi teman kalian kemari.
Dia baik-baik saja.
Kalian jangan khawatir.
Hiiiiihihihihihihihihihihihi....."
Terdengar lagi suara lirih wanita tadi disertai tawanya yang bikin merinding.
"Sudah ku bilang jangan nakutin...!!!!"
Teriak si Gendon dengan kencangnya.
"Uupsss... soriiii...."
Kemudian terasa sepi.
Namun perasaan ini merasakan sesuatu yang berbeda.
Perlahan-lahan rasa takut ku mulai menghilang.
--------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------
"KRRRRRTTTTTT... KLIK...!!"
Beberapa menit kemudian pintu kamar terbuka tiba-tiba.
Dan membuat aku dan si Gendon kaget.
Si Gendon langsung melompat ke atas ranjang.
Sedangkan aku langsung mengarahkan lampu senter yang ku pegang ke arah pintu yang makin terbuka lebar.
"Pantesan listriknya mati.
Sikring nya putus.
Sudah aku akalin tetap gak bisa nyala"
Ku lihat si Polos masuk sambil memicingkan mata karena silau lampu senter yang ku arahkan ke wajahnya.
"Mau aku akalin lagi,
tapi tadi aku dengar suara kalian teriak-teriak.
Makanya langsung ke sini.
Ada apa...??"
Tanya si Polos penasaran.
"Tutup pintunya...!!"
Tiba-tiba si Gendon teriak dari arah ranjang.
Kontan saja teriakkan si Gendon membuat aku dan si Polos kaget.
Dan secara refleks, si Polos langsung menendang pintu di belakangnya dengan cepat sampai pintunya tertutup.
Kemudian meloncat ke arah kami.
Kemudian berbalik dengan cepat ke arah pintu sambil mengarahkan lampu senternya ke arah pintu kamar yang baru saja dia tendang sampai tertutup rapat dengan kencangnya.
---------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:
Posting Komentar