Si Polos terlihat masih tak percaya saat kami ceritakan apa yang sudah kami alami tadi, saat dia tak ada di sana.
"Masa ada hantu ngajak ngobrol kayak gitu...??"
Si Polos mulai mengernyitkan kulit di dahinya.
"Setelah sekarang dipikir-pikir, aku merasa aneh juga..."
Ucap si Gendon di sebelah ku.
"Mungkin saja niat mereka memang ingin mengenalkan diri.
Bukan untuk menakuti kita"
Si Polos mulai mengeluarkan opininya.
"Tetap saja nakutin..!!
Dasar hantu sompret...!!"
Ketus si Gendon.
"Emang tadi waktu di bawah kamu gak ngalamin kejadian aneh ??"
Tanyaku penasaran kepada si Polos.
"Ada sih..."
Jawab si Polos.
Kernyit di dahinya menandakan dia sedang mengingat-ingat sesuatu.
"Apa'an.....!!?"
Tanya si Gendon penasaran.
"Tadi, pas waktu naik ke atas kursi untuk memperbaiki sikring listrik rumah ini,
senter yang ku pegang sempat jatuh,
terus menggelinding di atas keramik teras sampai akhirnya menggelinding di atas rumput taman.
Aku bingung....
Kok senter bisa menggelinding di atas rumput ??
Terus aku kejar.
Tiba-tiba seperti ada suara berbisik...
Seperti suara kakek-kakek...
Samar-samar aku dengar suara
"jangan nakal... jangan ganggu orang...!!"
Terus senternya berhenti menggelinding."
Terus aku ambil senternya.
Pas mau naik lagi ke atas kursi, aku dengar suara teriakan kalian.
Makanya langsung ke sini "
--------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------
"Tok tok tok..."
Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar diketok dari luar.
Kontan saja kami kaget.
Si Gendon langsung meloncat ke atas ranjang.
Sedangkan aku dan si Polos secara refleks langsung mengarahkan lampu senter kami ke arah pintu.
"SRRRTTTTTT...."
ku lihat selembar kertas putih di bawah celah pintu kamar.
Aku dan si Polos saling memandang.
Si Polos berdiri dan cepat-cepat mengambil kertas tersebut dan menyerahkannya kepada ku.
Saat memegangnya, langsung tercium wangi bunga melati dari kertas tersebut.
Hal ini langsung membuat tanganku gemetar dan jantung ku dag dig dug gak karuan.
Kemudian, dengan tangan gemetar, ku coba memberanikan diri untuk membuka lipatan kertas putih tersebut.
Saat ku buka..........
Ternyata tidak ada isi tulisan apapun di dalamnya.
Tidak sesuai dengan apa yang ada di pikiran ku yang menduga pasti ada tulisannya.
Si Polos yang ada di sebelah ku cuma menatap bingung.
Dan si Gendon yang telah berdiri di belakang sambil memegang bahu kanan ku dan bahu kiri si polos hanya ikutan bengong dan kebingungan.
"Maksudnya apa.....??"
Kata si Gendon di antara kami.
"Mungkin ada tulisannya, tapi harus punya keahlian bathin untuk membacanya..."
Kata si Polos, penuh praduga.
--------------------
"Tok tok tok....
Kembali pintu kamar kami diketok dari luar...
Dan.....
"SRRRRTTTTTT...."
Kembali kami melihat selembar kertas terlipat disisipkan melalui celah bawah pintu kamar kami.
"Buruan ambil...!!"
Bisik si Gendon sambil mendorong si Polos untuk mengambil kertas tersebut.
Dan si Polos pun hanya menurut saja.
Kemudian kembali kertas tersebut diserahkan kepadaku.
Tapi kali ini bukan lipatan kertas seperti tadi, tapi amplop putih yang terdapat tulisan di luarnya.
Kemudian kami baca tulisan di amplop tersebut.
"Harap di baca ya...
Biar tidak salah paham lagi..."
Demikian isi tulisan yang tertulis di amplop tersebut.
--------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:
Posting Komentar