Minggu, 26 Maret 2017

Villa Putih (Bag.6)

Ku buka amplop putih tersebut dengan tangan gemetar.

Sangat terasa cengkraman gemetar dari tangan si Gendon di pundak kanan ku.

Saat ku tarik lipatan kertas putih dari dalam amplop tersebut, wangi aroma bunga melati makin menyengat di hidung ku.

"Apa isinya...??"

Bisik Si Gendon sambil kepalanya maju, sedangkan tubuhnya tetap bersembunyi di belakang ku dan si Polos.

"Kalau dari wanginya sih paling surat cinta buat bos Gendon..
Kikikikikikikik...."

Canda si Polos saat ku mulai membuka lipatan kertas tersebut.
--------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------

"Haiiii.....
Bagaimana kabar kalian di kamar sana ??

Mudah-mudahan tidak seperti tadi.
Ketakutan...

Tapi sempat juga marah-marah..

Hihihihihi....

Maaf ya....

Tadi salah kirim kertas.

Jadinya kalian pastinya bingung.

Kok dapat surat tapi gak ada isinya.

Kikikikikikikik....

Oya...
Perkenalkan nama saya Yasmine.

Ini sketsa wajah saya sewaktu masih hidup.

(Terlihat sketsa wajah seorang Noni Belanda yang sangat cantik)

Dulu saya adalah anak dari pemilik rumah ini.

Namun meninggal saat rumah ini di serang oleh gerilyawan pada waktu itu.

Sedangkan kedua orang tua ku selamat, dan info terakhir yang ku dapat, mereka telah pergi ke Negeri Belanda setelah Negara ini kalah oleh Jepang.

Sudah lama aku menghuni rumah ini bersama para pembantu yang ikut meninggal saat kejadian waktu itu.

Ini namanya Mbok Ijah dan Mbok Inem.

(Terlihat dua sketsa wajah ibu-ibu pedesaan yang tersenyum dengan ramahnya)

Beliau adalah penanggung jawab kebersihan setiap ruangan di rumah ini.

Dan yang ini Abah Ujang dan Mang Asep.

(Terlihat sketsa wajah kakek-kakek dan sketsa wajah seorang Bapak-Bapak sekitar umur 40-an yang terlihat ramah)

Beliau-beliau ini adalah penanggung jawab atas taman di sekitar rumah ini.

Dan yang ini namanya Ucup.

(Tampak sketsa wajah seorang anak laki-laki yang bila ditaksir sekitar umur 10 tahunan)

Dulunya dia anak dari kampung di bawah sana.

Namun saat kejadian tragis itu dia sedang ada di rumah ini untuk mengantarkan telur ayam pesanan ibu ku.
Dan tanpa disengaja dia pun ikut tertembak peluru yang membabi-buta.

Dan yang ini Mr. Alex.

(Tampak sketsa wajah seorang lelaki muda, dengan rambut panjangnya, seperti seorang seniman)

Dia adalah yang melukis sketsa wajah yang ada di surat ini.

Tuh....
Sudah kami tunjukkan wajah asli kami.
Agar kalian tahu, bahwa kami tidak pernah bermaksud menakut-nakuti kalian.

Kami hanya ingin berkenalan.

Mau yaaaaaaaa.......????

Pleaseeeeeee......!!!!!

Kalian baik deh.......

Oke ?

Oke ?

Oke ?

Kalau kalian menerima niat baik kami,

Kami tunggu kalian sekarang di ruang santai favorit kami......

Salam kenal,

Yasmine.

---------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------

Demikian isi surat tersebut.

Kami bertiga saling menatap.

Bingung......

"Emang ruang santai favorit mereka dimana...??"

Tanya si Polos, bingung...

---------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------

"Di Siniiiiiiiiiiiiiiiiii............!!!!!!!!!!!"

Tiba-tiba terdengar suara wanita di belakang kami.

"SRRRRRRRRRRRRRRRR....."

Bulu kuduk langsung berdiri...

Dan saat ku lihat ke belakang....

"Haaaaaaiiiiiiiiiiiii....."

Ku lihat seorang wanita sedang berdiri di pojok kamar sana,
melambaikan tangan sambil tersenyum manis...

---------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------

Bagian 7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar