villa putih angker
Sabtu, 03 Juni 2023
Villa Putih (Bag. 13)
Senin, 23 Mei 2022
Villa Putih (Bag. 12)
Minggu, 22 Mei 2022
Villa Putih (Bag. 11)
Villa Putih (Bag. 10)
villa putih (bag. 9)
Sabtu, 21 Mei 2022
Vila Putih (Bag. 8)
Jumat, 28 Januari 2022
Villa Putih (Bag.7)
"Don....!!!
Dooooonnnnn.....!!
Bangun, Doooonnnn...."
Ku lirik ke sebelah kiri ku.
Ku lihat si Polos sedang memegangi si Gendon sambil menggoyang-goyangkan badannya.
Sedangkan aku hanya bisa berdiri,
namun kaki ini serasa lemas untuk berbuat sesuatu.
"Uuppsss.. !!
Abaaaahhhh....
tolongin dong, Bah...!!"
Terdengar suara wanita itu memanggil-manggil seseorang....
Tiba-tiba muncul sesosok kakek-kakek yang langsung menghampiri si Gendon yang tengah tak sadarkan diri.
"Maafin Yasmin ya, Kang..."
Tiba-tiba wanita itu sudah berada di sebelah kanan ku, sambil telapak tangannya diusapkan ke wajah ku.
Terasa ada hawa aneh menyapu wajah ku.
Namun hawa aneh tersebut membuat jantung ku yang tadinya dag dig dug kencang karena kaget dan takut, mulai tenang.
Dan saat telapak tangan ini turun melalui wajah ku, kulihat wajah wanita tersebut menatap ku tenang sambil berkata lirih...
"Maafin Yasmin ya, Kang....
Yasmin gak bermaksud nakutin Akang dan teman Akang...
Yasmin hanya ingin menunjukkan diri Yasmin agar kita bisa saling mengenal...."
bisiknya lirih.....
"Iya... gak apa-apa...."
Hanya itu yang sanggup ku katakan.
-------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya si gendon tersadar.
Maka aku dan si polos menceritakan semuanya pada si gendon.
Tentang apa yang telah terjadi, dan niat dari para makhluk penghuni rumah ini sebenarnya.
Akhirnya si gendon mengerti dan siap diajak keluar dari kamar untuk menemui para makhluk penghuni rumah ini yang sedari tadi menunggu kita di ruang bawah.
"tapi dijamin mereka gak akan celakakan kita kan?" kata si gendon saat keluar dari kamar.
"mereka bilang sih gak akan lakuin hal itu sama kita bertiga, tapi gak tahu kedepannya bakal gimana..." si polos berkata lirih sambil nyelonong pergi duluan menuruni anak tangga.
Si Gendon auto menatapku penuh keraguan.
"tenang aja... Tadi Yasmin bilang mereka gak bermaksud menakuti kita kok. Apalagi sampai punya niat mencelakakan kita" kata ku.
"Yasmin !!??" tanya si gendon kepada ku.
"iya... Wanita yang tadi tiba-tiba nongol di kamar, ngagetin kita, sampai kamu pingsan segala.." jawab ku.
"beuuuhhhh...!!! Siapa yang pingsan ?? Aku tuh cuma mendadak lemes aja kok. Aku masih bisa dengar suara kalian dari tadi. Cuma mataku terasa berat banget saat mau dibuka. Malah saat aku dengar suara wanita yang ngakunya bernama Yasmin aku dengar. Hanya mataku ini susah banget mau dibukanya" celoteh si Gendon.
"ooohhh..." jawab ku lirih.
_____________________
_____________________
Akhirnya aku dan si Gendon sudah turun ke ruang bawah, dan ku lihat mereka, para makhluk halus penghuni rumah ini sedang duduk di kursi tamu melihat kehadiran kita sambil tersenyum. Layaknya manusia biasa. Dengan wujud dan rupanya seperti manusia.
Dan ku lihat si polos sedang duduk santai sambil makan cemilan bersama seorang anak laki-laki berkepala botak.
Kemudian Yasmin menghampiri kami dan berkata,
"Maafin kami yang, Kang Gendon. Kalau cara kami memperkenalkan diri kami malah membuat Kang Gendon jadi seperti tadi"
"iya... hehehe... " jawab si Gendon sambil tangan kirinya menarik-narik baju kaos yang ku pakai saat itu.
"apaan sih..!!??" tanyaku, yang risih dengan tangan si Gendon.
"geulis pisan euy.." kata si Gendon sambil menatap wajah Yasmin.
"Mau lihat wajah aslinya, gak ??" tiba-tiba si Polos nyeletuk.
"Emang wajah aslinya gimana ??" tanya si Gendon ke si Polos.
"coba lihat kaca di samping kamu tuh !!" jawab si Polos sambil jari telunjuknya menunjuk ke arah sebuah kaca pelindung lukisan yang ada di samping si Gendon.
"jangan...." teriak pelan Yasmin.
Namun si Gendon sudah terlanjur melirik ke arah kaca tersebut, yang dimana terlihat bayangan Yasmin di kaca tersebut.
Akupun langsung kaget, tapi entah kenapa rasa kagetnya hanya sesaat kemudian terasa tenang kembali.
Tapi si Gendon "Anjiiinnnggg....!!!"
Dia teriak kaget sambil bergerak cepat ke belakang ku.
Cengkraman tangannya terasa kuat sekali di lengan tangan ku.
Sebuah cengkraman penuh ketakutan.
"yaaaa...telat" lirih Yasmin.
"Ayo...sekarang coba dilihat lagi" kata Yasmin ke Si Gendon.
"gak apa-apa kok... percaya deh sama Yasmin.." kata Yasmin berusaha meyakinkan si Gendon.
"percaya tuh sama Allah !! Bukan sama kamu !!" bentak si Gendon.
"iya juga sih... hihihihi..." balas Yasmin sambil tertawa genit memperlihatkan gigi ginsulnya yang membuat dia makin terlihat cantik dan menarik.
"emooohhh...!!" jawab si Gendon, penuh kekesalan.
"iiihhhh...coba dulu deh.." balas Yasmin penuh harap.
"ya sudah...lihatnya dari sana aja.. nih..." Yasmin berjalan mendekati kaca tersebut agar bayangannya di kaca tersebut bisa terlihat dari posisi si Gendon saat ini berada.
Benar saja. Yang tadinya ku lihat bayangan Yasmin di kaca tersebut terlihat menyeramkan, kini terlihat cantik. Seperti wujudnya yang ku lihat dari tadi.
Akhirnya si Gendon melirik ke arah kaca, kemudian kurasakan cengkraman tangannya yang dari tadi mencengkram kuat tangan dan pundak ku terasa lebih rileks.
____________
_____________
