Minggu, 22 Mei 2022

villa putih (bag. 9)

Besok harinya kami mulai mengerjakan tugas-tugas kami.

Mengganti lampu-lampu lama dengan yang baru.

Memeriksa jaringan kabel listrik.
Mengganti beberapa kabel yang sudah rapuh dengan yang baru.

Juga memperbaiki lampu-lampu taman yang sudah pecah dan rusak, dengan yang baru.

Mengganti kabel-kabelnya yang sudah rapuh karena bertahun-tahun terkubur tanah.

Di bantu oleh dua orang warga sekitar, yang dipercaya oleh Pak Haji untuk datang membersihkan area taman di rumah ini.

Saat sore hari, saat kami beristirahat, tiba-tiba Mang Daman, salah satu mandor kepercayaan Pak Haji nelpon.

"Assalamu'alaikum, Mas Lani..."

"Wa'alaikumsalam, Mang.... Sudah nyampe mana, Mang ??"

Dengan nada berat hati, Mang Daman menjawab.

"Waduh... Gimana nih Mas...
Pekerjaan saya disini belum beres.
Jadinya belum bisa kesana sekarang.
Paling 2-3 harian lagi baru bisa kesana, bantuan Mas Lani.."

Dengan agak malas juga, aku memakluminya.

"Ya sudah.. Gak apa-apa, Mang.
Oya, Mang...
Pak Haji ada kesana gak ??
Dari tadi siang saya telpon gak aktif mulu nomornya"

Mang Daman menjawab,
"gak ada...
Kan Pak Haji lagi berziarah ke Madura, bawa rombongan."

"waduuuuhhh.... Gimana sih...
Ada yang mau ditanyain sama Beliau.
Penting banget nih..!!"
Jawabku sedikit kesal.

"Mau tanya apaan emang, Mas ?"
Tanya Mang Daman.

"Oya.. Mang Daman kan pernah kesini.
Pernah nginap juga disini.
Boleh nanya sesuatu gak, Mang ??"
Tanyaku sama Mang Daman.

"hmmmm...."
Terdengar suara Mang Daman bergumam.

"Pasti mau tanya hal-hal mistis disana ya ??"
Tanya Mang Daman.

"i..iya, Mang..!!"
Jawab ku refleks.

"Mas Lani digangguin juga ya, semalam ??"
Tanya Mang Daman penasaran.

"iya, Mang...
Tapi masih bisa terkendali, Mang...
Hehehehe...."
Jawab ku.

"Hebaaatt....!!!
Mang Daman sama yang lain, dulu sampai kabur loh dari sana.
Gak kuaaatt...!!
Hantu-hantu di sana pada usil !!
Anak buah mamang sampai pada sakit sepulang dari sana.
Bahkan selama dua malam tinggal disana, Mamang susah tidur.
Ada aja kejadian yang gak masuk akal dan bikin merinding.
Bahkan ada anak buah Mamang diseret-seret ke luar saat tidur di kamar atas.
Konon katanya kamar itu dulunya kamar tidur noni Belanda, yang meninggal di sana.
Ada juga anak buah Mamang yang ketiduran di sofa, pas bangun wajahnya penuh coretan cat.
Kayak cat lukis gituh...!!
Bahkan siang harinya, saat anak buah Mamang mau ngecat tembok di belakang rumah.
Kan tinggi tuh....
Pas naik tangga, tangganya ada yang goyang-goyangin, sampai akhirnya anak buah Mamang terjatuh.."

Mang Daman terus cerita pengalaman-pengalaman dia dan anak buahnya selama tinggal di sini.
Hingga tak terasa sudah jam setengah enam sore.

Akupun mengakhiri percakapan ku dengan Mang Daman.
Kemudian pergi mandi.

Setelah beres mandi kemudian pergi ke dapur.
Niat ku sih mau masak nasi liwet dengan menu alakadarnya.

Tapi saat sampai di dapur, ku lihat sudah ada nasi liwet dan ikan asin serta sambal dan sayuran, terhidang di atas meja makan.

Pikir ku, pasti si polos yang memasaknya.

Akhirnya akupun makan duluan.
Sedangkan si polos dan si Gendon masih di kamar atas.

Tiba-tiba,
"Minumnya, Den..."

Tiba-tiba ada suara perempuan paruh baya menyapa ku dari belakang.

"Jangan takut, Den...
Saya Mbok Ijah..."
Terlihat seorang wanita paruh baya nongol di samping kanan ku sambil membawakan segelas air teh hangat.

"oohhh... Mbok..."
Bisi ku sambil menahan rasa kaget.

"jam segini udah keluar ya...??"
Tanyaku...

"Kita mah sebenarnya bebas mau keluar kapan pun, Den...
Cuma kalau siang biasanya kita tidur.
Istirahat..."
Jawab Mbok Ijah.

"Yasmin udah bangun, Mbok ??"
Tanya ku lagi.

"laahhh... itu di sebelah Akang siapa ??"
Jawab Mbok Ijah sambil memberi isyarat ke sebelah kiri ku.

Pas ku lirik, ternyata Yasmin tengah duduk di kursi sebelah kiri ku.

"hihiiiiii.... Padahal dari tadi loh Yasmin duduk disini.
Lihatin Akang makan.
Masakannya enak gak ??"
Tanya Yasmin...

"Enak..."
Jawab ku singkat.

"itu buatan Mbok Ijah sama Mbok Inem loh..."
Kata Yasmin.

"oohhh.... Kirain si polos yang masakin.
Terus... Ini ikan asin dari mana ??
Jangan-jangan ini ikan asin dari alam ghaib..
Hihihihihi..."
Kataku sedikit bercanda.

"hahahaha... Bukan laaahh...
Ini semua Abah Ujang ambil dari mobil kalian.
Tadinya memang mau bawain dari alam jin.
Tapi kata Abah Ujang gak boleh.
Kecuali terpaksa.
Toh.. Kata Abah Ujang, kalian bawa persediaan makanan sendiri untuk stok selama kalian bekerja disini.."
Kata Yasmin menjelaskan.

"hahaha... Kalian bisa saja..."
Aku tertawa, padahal masih bingung...

__________
__________

Malam pun tiba.

Selesai shalat Isya berjama'ah dengan si Gendon dan si Polos, kemudian kami membuat perencanaan pekerjaan untuk besok.
Sambil di temani Yasmin yang lirik kiri lirik kanan mendengarkan pembicaraan kami.
Dan juga Ucup yang terus memeluk si Polos dari belakang.
Seperti anak kecil yang tak mau jauh dari bapaknya.

Sedangkan di pojok kamar ada Mr. Alex yang tengah melukis kami.
Katanya untuk kenang-kenangan.

Tiba-tiba terdengar dentuman keras dari luar.

"DUAAARRRR....!!!"

Kami pun kaget.
Aku, Si Gendon dan si Polos langsung berjalan menuju jendela, untuk melihat ke luar.
Sedangkan si Ucup langsung berlari keluar dari kamar, seperti ketakutan, dan berteriak-teriak memanggil-manggil Abah Ujang.

Mr. Alex langsung menghampiri Yasmin.
Mereka semua terlihat sangat ketakutan.

Saat aku mau melihat keluar melalui jendela kamar yang terbuka, tiba-tiba angin kencang datang seperti menubruk wajah dan tubuh ku.

Dan akhirnya akupun terjatuh, berbarengan dengan si Gendon dan si Polos.

Saat hendak bangun untuk menutup jendela yang terbuka tersebut, tiba-tiba napas ku terasa sesak.
Ada hawa panas yang seolah ingin menguasai kesadaran diri ku.

Makin lama kepala ku makin pusing.
Pandangan ku mulai kabur.

Terdengar suara Yasmin yang berteriak-teriak ketakutan minta pertolongan.

Refleks, aku paksakan kesadaran ku untuk melihat apa yang sedang terjadi dengan Yasmin.

Ku lihat Yasmin, seolah sedang diperebutkan oleh Mr. Alex dan sesosok makhluk hitam tinggi besar yang terus menarik-narik tangan kiri Yasmin.
Sedangkan tangan kanannya dipegangi oleh Mr. Alex, yang terlihat mulai kewalahan.

Dengan tenaga yang tersisa, sambil menahan rasa sesak, pusing dan sakit di sekujur tubuh ku, aku berusaha bangkit dan mencoba menghajar makhluk hitam tinggi besar tersebut.

Sambil meneriakkan kalimat takbir, aku maju dan mencoba mencoba menyerang makhluk tersebut.

"Allahuakbaaarrrrr....!!!"

Dan, 
"buuukkkk....!!!"

Makhluk itupun terkena pukulan ku.
Dia terjatuh, berubah menjadi api, kemudian melesat terbang keluar melalui jendela kamar yang terbuka.

Kepala ku makin terasa pusing, napas ku makin terasa berat.
Kemudian aku tidak sadarkan diri.

_________________
__________________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar